Infojitunasional.com, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pesawaran, KH Ahmad Ulinnuha menyampaikan pembangunan klinik NU akan segera terealisasi dalam waktu dekat sehingga dapat melayani warga Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat secara umum. Hal tersebut disampaikan pada saat puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU yang dirangkai dengan istighosah dan Silaturahim Daerah (Silatda) ke-2 kader penggerak NU Pesawaran di Desa Pujodadi, Kecamatan Negeri Katon, Sabtu (31-01-2026)
“Hari ini tepat dengan resepsi acara peringatan Harlah ke-100 NU dengan mengenang perjalanan panjangnya serta menerjemahkan rasa syukur itu menjadi aksi nyata perwujudan klinik NU,” ujarnya. KH Ulinnuha mengatakan bahwa pembangunan klinik ini merupakan bagian dari strategi besar NU dalam membangun kemandirian umat. “Peletakan batu pertama ini menjadi simbol dimulainya era baru kemandirian dan khidmah NU di bidang kesehatan,” ungkapnya. Menurutnya, kehadiran klinik NU Pesawaran ini akan menjadi bukti nyata bahwa ekonomi umat dikelola dari kita, oleh kita, dan untuk kita secara berkelanjutan. Ia mengatakan, pembangunan klinik NU ini akan dilakukan secara profesional oleh Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU) Pesawaran dengan sistem saham sebagai upaya membangun kemandirian. “PCNU Pesawaran sendiri akan berperan sebagai pengarah dan pengawas, sementara pelaksanaan teknis diserahkan kepada badan pelaksana yang terdiri dari tenaga ahli profesional,” jelasnya. Dengan demikian, Kiai Ulin dapat memastikan bahwa pembangunan klinik ini benar-benar ditujukan untuk kemaslahatan perkumpulan NU dan masyarakat luas tanpa terkecuali. “Klinik NU Pesawaran merupakan simbol khidmah NU di bidang kesehatan,” tuturnya. Pengasuh Pondok Pesantren API Miftahul Ulum Sukaraja ini juga menekankan pentingnya sinergi antar lembaga dalam mewujudkan cita-cita besar NU. “Pembangunan klinik NU ini salah satunya berasal dari program NU Care-LAZISNU dari program jangka panjang, sementara untuk jangka pendek juga diserahkan santunan NU peduli kesehatan,” paparnya. Ia menilai, bantuan dana dari NU Care-LAZISNU serta santunan kesehatan menjadi wujud nyata kepedulian NU terhadap kebutuhan umat, sekaligus memperlihatkan bagaimana sinergi antar lembaga mampu menghasilkan manfaat yang luas. Ia menganggap hal ini dapat menjadi bukti bahwa ketika jam’iyyah NU bergerak satu komando, manfaatnya akan dirasakan luas oleh masyarakat. Sementara itu, Ketua BUMNU Pesawaran, Arib Agus Wibowo menjelaskan bahwa klinik NU ini nantinya akan menjadi salah satu pusat layanan kesehatan yang dapat diandalkan oleh masyarakat setempat. “Dengan fasilitas yang nantinya memadai dan tenaga medis yang profesional, klinik ini akan mampu melayani kebutuhan kesehatan warga Pesawaran dan sekitarnya dengan baik,” katanya. Selain itu, ia menyampaikan klinik ini nantinya juga akan melayani kebutuhan pengobatan dasar yang dilengkapi dengan apotek yang menyediakan obat-obatan bagi pasien. “Tentu kami akan berupaya memberikan yang terbaik baik dalam hal fasilitas maupun pelayanan agar masyarakat Pesawaran mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas,” katanya. Dengan persiapan awal ini, ia menyampaikan bahwa untuk tahap pembangunan akan segera dilaksanakan dengan persiapan yang matang sehingga target 2026 terselesaikan dengan baik. “Kami optimis nantinya klinik NU ini akan menjadi kontribusi besar bagi kesehatan masyarakat di Kabupaten Pesawaran,” ujarnya. Prosesi peletakan batu pertama ini diikuti oleh sejumlah tamu undangan dari kalangan kiai, pejabat, dan birokrat yang diawali dengan pembacaan tawasul oleh Katib Syuriyah PWNU Lampung, KH Ahmad Ma’shum Abror dan dilanjutkan dengan doa oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pesawaran, KH Agus Mahfudz.

