PCNU Pesawaran Gelar PD-PKPNU, Siapkan Kader Menuju Indonesia Emas 2045

oleh

Infojitunasional.com, Yayasan Pendidikan Islam At-Taqwa Kresno Widodo menjadi pusat kegiatan kaderisasi Nahdlatul Ulama (NU) dengan kegiatan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) angkatan IX yang resmi dimulai pada Jumat (13/2/2026).   Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari ke depan, mulai Jumat hingga Ahad (13-15/2/2026), dengan diikuti oleh 75 peserta dari utusan ranting NU se-Kecamatan Tegineneng. Baca Juga Jelang PD-PKPNU IX, PCNU Pesawaran Perkuat Koordinasi dan Kesiapan Teknis   Instruktur Wilayah PD-PKPNU Provinsi Lampung, Gus Afit Abrori menyampaikan perspektif yang lebih luas mengenai kegiatan kaderisasi NU dengan agenda kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045.   “Memasuki tahun 2026, NU dihadapkan pada tantangan yang fundamental. Indonesia Emas merupakan agenda besar yang membutuhkan SDM unggul, teknologi terapan, pemerataan pembangunan, serta ketahanan pangan dan sosial,” ujarnya. Baca Juga PCNU Pesawaran Peringati Harlah 1 Abad NU dengan Istighotsah Kubro dan Silatda   Menurutnya, NU harus hadir lebih sebagai gerakan yang berfokus pada ideologi keagamaan dan juga gerakan sosial yang melahirkan pelayanan nyata bagi masyarakat.   Ia mengingatkan bahwa NU yang kini memasuki abad ke-2 memiliki peran historis dalam lahirnya NKRI dan tetap menjadi kunci dalam pembangunan bangsa.   “Warga NU hari ini harus memberikan kontribusi lebih dalam pembangunan bangsa karena mempunyai SDM yang melimpah sehingga hasilnya akan berdampak langsung bagi kemaslahatan umat,” ungkapnya.   Ia juga menekankan bahwa kemajuan dan perkembangan teknologi tidak boleh berhenti pada aspek teoritis saja, namun harus dipraktekkan dalam kehidupan nyata.   Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Pesawaran, KH Ahmad Ulinnuha menyampaikan pentingnya proses kaderisasi sebagai fondasi gerakan NU di tengah masyarakat.   “Kaderisasi sebagai tempat untuk melahirkan calon pengurus dan pengurus yang memahami harakah, firqah, dan amaliah sosial kemasyarakatan NU,” tuturnya.   Lebih lanjut, Kiai Ulin menambahkan bahwa selain memperkuat aspek keagamaan, NU juga harus hadir memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat.   “Tugas NU adalah menjaga agama sekaligus negara, yang hakikatnya adalah menjaga masyarakat,” pungkasnya.   Ia menyampaikan, dalam NU tidak menilai seseorang dari latar belakangnya, tetapi dari kontribusi nyata yang diberikan setelah menjadi kader.   “Karena itu, saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dari awal hingga akhir agar lulus dengan baik dan siap mengabdi,” tegasnya.   Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sukaraja ini menyatakan bahwa NU ke depan akan berfokus pada penguatan keagamaan sekaligus pelayanan masyarakat.   Ia berharap kegiatan PD-PKPNU ini mampu menyatukan pemahaman, pemikiran, dan gerakan ke-NU-an agar lebih terstruktur dan berdaya guna.   Kegiatan diawali dengan pembacaan iftitah oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pesawaran, KH Agus Mahfudz dengan pengharapan agar diberikan kelancaran dari awal hingga akhir.   Kegiatan ini turut dihadiri oleh keluarga besar NU di Kecamatan Tegineneng yang terdiri dari Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU, IPPNU, dan tak lupa pula stakeholder pemerintahan turut hadir dari jajaran Forkopimcam Tegineneng dan Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran M Nasir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *